Aileu, IDN Times - Seorang perempuan asal Timor Leste bernama Kauka menjadi korban penculikan oleh tentara Indonesia. Peristiwa tersebut terjadi pada 1978 ketika negara tersebut masih berada di bawah pemerintah Indonesia. 39 tahun kemudian, Kauka berhasil kembali ke kampung halamannya.

1. Penculiknya menyebut tindakan itu sebagai adopsi

Diculik 40 Tahun, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu sang IbuKrithika Varagur/The Guardian

Kisah Kauka didokumentasikan oleh Krithika Varagur dari The Guardian. Seperti diceritakan Varagur, peristiwa buruk yang menimpa Kauka terjadi ketika ia masih berusia delapan tahun. Saat itu, Kauka sedang berjalan kaki dari sekolah menuju ke rumah.

Di tengah jalan, Kauka diculik oleh seorang tentara Indonesia. Ia mengaku sempat menggigit bahu tentara itu sebagai bentuk protes, tapi ia terlalu kecil jika dibandingkan tubuh penculiknya. Tentara itu pun membawanya ke Sulawesi.

Keluarga Kauka juga dipaksa untuk mengizinkan anaknya dibawa pergi. Tentara itu berkata bahwa Kauka bukan diculik, melainkan diadopsi. Sejak itu, Kauka harus tinggal di Sulawesi dan dipaksa untuk melupakan keluarga, teman-teman dan lingkungannya di Timor Leste.

Baca juga: Bareskrim Tangkap Pelaku Perdagangan Manusia ke Suriah

2. Kauka dipaksa berpindah agama dan memakai hijab

Diculik 40 Tahun, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu sang IbuKrithika Varagur/The Guardian

Nasib Kauka bisa dibilang buruk. Meski statusnya adalah anak adopsi, tapi ia dipukuli, dicambuk, dipaksa memasak dan bekerja. Bahkan, ia juga pernah disulut rokok oleh istri dan keluarga tentara itu. Nasib sial Kauka tak berhenti sampai di situ.

Setelah tinggal di Sulawesi, Kauka berpindah agama dari Katolik ke Islam dan memakai hijab. Kauka juga mengaku pernah lari dari madrasah dan rumahnya karena tak tahan.

Beberapa tahun setelahnya, kakak perempuan tentara itu sedang sekarat dan memintanya untuk menikahi suaminya setelah ia meninggal. Singkat cerita, ia menjadi istri kedua sekaligus ibu untuk dua anak tirinya. Hidupnya pun dihabiskan untuk menjadi seorang ibu rumah tangga sepenuhnya.

3. Ia berhasil kembali ke kampung halaman dan berjumpa dengan keluarganya

Diculik 40 Tahun, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu sang Ibuemtv.com.pg

Kehidupan Kauka bisa saja berlangsung seperti itu untuk seterusnya. Namun, sebuah organisasi amal berhasil membawanya kembali ke Timor Leste untuk bertemu dengan keluarganya pada November lalu. Reuninya berjalan mengharukan.

Kauka hampir lupa seperti apa rupa tanah kelahirannya, Berleo, dan bahasa daerah yang dulu biasa ia gunakan yaitu Tetum. Ketika bertemu dengan seorang perempuan separuh baya di rumahnya, ia sempat terlihat bingung hingga akhirnya berhasil mengenalinya.

"Ini ibuku. Ini ibuku," ucapnya. Si ibu pun langsung menangis dan memeluk putrinya yang selama 39 tahun menghilang. Kauka mulai mengingat satu per satu anggota keluarga yang ditemuinya. Jika awalnya ia masih canggung, keesokan harinya Kauka bisa bersikap layaknya seorang putri kepada ibunya.

Meski tak terlalu lancar, ia berusaha berbicara dengan bahasa daerahnya. "Tahukah kamu, ini lucu. Kamu mungkin tak ingat apapun tentang ibumu dari masa kamu masih kecil. Tapi aku mengingatnya. Karena aku sudah seharusnya begitu," ucapnya.

4. Kauka bukan satu-satunya anak Timor Leste yang diculik tentara Indonesia

Diculik 40 Tahun, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu sang IbuANTARA FOTO/WIDODO J

Ada satu momen ketika Kauka baru menginjakkan kaki di kampung halamannya dan seorang perempuan menyapanya. "Kamu orang Indonesia atau Timor?" tanya perempuan itu. "Aku orang Timor. Tapi aku sudah lama tinggal di Indonesia," jawab Kauka. Karena masih penasaran, perempuan itu kembali bertanya,"Berapa lama?"

Kauka menjawab singkat,"Hampir 40 tahun." Ia terlihat bingung, kemudian menebak,"Tentara?" Lalu, Kauka membenarkannya,"Iya, tentara." Percakapan tersebut menunjukkan bahwa penculikan anak Timor Leste oleh tentara Indonesia bukan hal yang tak biasa.

Komisi pencari fakta Timor Leste mengungkap pada 2005 bahwa setidaknya ada 4.000 kasus serupa. "Di mana ada tentara, di situ ada anak-anak yang diculik," kata Galuh Wandita, direktur Asia Justice and Rights, yang mengorganisir reuni itu.

Di hari ketika Kauka bertemu kembali dengan keluarganya, ada 15 orang lainnya yang juga berhasil reuni setelah menjadi korban penculikan oleh tentara Indonesia. Sebagian besar sudah seumur Kauka dan tinggal di Jawa atau Sulawesi.

5. Rata-rata dari mereka hidup miskin sehingga sangat sulit untuk pulang ke Timor Leste

Diculik 40 Tahun, Perempuan Ini Akhirnya Bertemu sang IbuABC.net.au

Salah satu alasan kenapa mereka yang menjadi korban penculikan tidak bisa pulang kembali ke tanah kelahirannya adalah karena urusan finansial. Pada umumnya, mereka tidak memiliki cukup uang untuk membeli tiket pulang.

Alasan lainnya adalah karena mereka sudah lupa dengan kampung halaman mereka sebab diculik pada usia yang masih sangat kecil. Faktor berikutnya adalah mereka sudah memiliki keluarga dan kehidupan di tempat tinggal baru. Meski begitu, mereka bahagia bisa reuni dengan keluarga yang dulu tumbuh bersama.

Baca juga: Polri Upayakan Pendekatan Persuasif di Kasus Penyanderaan 1.300 Warga Papua