LBH Jakarta: Polisi Lambat Temukan Pelaku Penyiraman Novel Baswedan

Dikhawatirkan masyarakat akan curiga pada kepolisian

LBH Jakarta: Polisi Lambat Temukan Pelaku Penyiraman Novel BaswedanAprillio Akbar/ANTARA FOTO

Pada Selasa subuh (11/4) penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya. Kini Novel tengah dirawat di sebuah rumah sakit di Singapura untuk memulihkan kondisinya. Meski sudah 10 hari berlalu, tapi pihak kepolisian belum juga menemukan siapa pelakunya.

LBH Jakarta pun mempertanyakan mengapa kepolisian seperti kesulitan menangani perkara ini.

LBH Jakarta: Polisi Lambat Temukan Pelaku Penyiraman Novel BaswedanWahyu Putro A/ANTARA FOTO

Dikutip dari Kompas, aktivis Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta Muhammad Isnur tak puas kinerja kepolisian terkait dengan pengungkapan kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Padahal, menurutnya, polisi telah memiliki banyak bukti yang bisa digunakan untuk segera menangkap siapa pelakunya.

Bukti-bukti yang dimaksud Isnur seperti rekaman kamera pengawas (CCTV) serta keterangan saksi. Sehingga ia menganggap semestinya tak sulit untuk mengejar siapa pelaku dan apa motifnya. "Maka jadi pertanyaan kita bersama kenapa lambat? Padahal Jokowi dan Kapolri sudah memerintahkan dengan tegas untuk segera diungkap pelaku dan aktor intelektualis di belakangnya," ujar Isnur.

Baca Juga: Siapa Sebenarnya Novel Baswedan Hingga Disiram Air Keras?

Isnur khawatir akan timbul kecurigaan di tengah masyarakat.

LBH Jakarta: Polisi Lambat Temukan Pelaku Penyiraman Novel BaswedanNyoman Budhiana/ANTARA FOTO

Pria yang pernah menjadi kuasa hukum Novel ketika menjadi tersangka kasus dugaan penganiayaan pada 2015 lalu mengungkapkan kekhawatiran jika polisi lambat, maka akan timbul prasangka di masyarakat.

"Jika berlarut-larut dan sama seperti kasus Tama, semakin besar kecurigaan masyarakat bahwa ada sesuatu di balik penyiraman Novel dan berhubungan dengan kekuasaan yang besar," tutur Isnur. Tama S. Langkun sendiri adalah aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) yang dianiaya oleh sekelompok orang tak dikenal. Kejadiannya pada 2010, tapi hingga saat ini belum ditemukan siapa pelakunya.

Polda Metro Jaya mengaku ingin berhati-hati.

LBH Jakarta: Polisi Lambat Temukan Pelaku Penyiraman Novel BaswedanAprillio Akbar/ANTARA FOTO

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Komisaris Besar Polisi, Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan bahwa pihaknya telah mendapatkan foto dua orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman terhadap Novel.

Meski begitu, ia menyatakan institusinya ingin berhati-hati dalam menyelidiki kasus tersebut. "Yang diberikan polisi, ini kan masih kami cari-cari. Ini foto siapa, alamatnya mana, karena kalau foto saja, kita mencari dari seluruh di sini ya pelan-pelan kita cari, ini ada yang lihat," kata Argo, seperti dikutip dari Merdeka.

Argo juga menyebutkan polisi telah memeriksa 19 saksi, termasuk pedagang dan satpam di lokasi tempat tinggal Novel. Namun, itu belum cukup sebab korban sendiri, yakni Novel, masih belum bisa dimintai keterangan.

"Korban belum kami mintakan keterangan, nanti kami kroscek dengan keterangan korban, 19 orang saksi dan barang bukti soal kejadiannya seperti apa," ucapnya. Juru Bicara KPK Febri Dianyah berkata bahwa selaput bagian putih mata Novel membaik, tapi selaput kornea belum tumbuh, sehingga memerlukan waktu untuk bisa memberikan keterangan kepada kepolisian.

Baca Juga: Meski Kondisinya Stabil, Novel Baswedan Mengalami Kerusakan Mata Level 4

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI