Waspadai Penipuan, Ini Daftar Biro Umrah Bermasalah

Untung miliaran rupiah melalui penipuan

Waspadai Penipuan, Ini Daftar Biro Umrah BermasalahMohamad Hamzah/ANTARA FOTO

Line IDN Times

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat bahwa selain First Travel, ada lima biro umrah lain yang juga bermasalah. Menurut Kepala Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI, Sularsi, setidaknya ada 22.613 pengaduan terhadap lima biro perjalanan tersebut.

1. Kafilah Rindu Ka'bah Tour

antarafoto-kloter-pertama-embarkasi-surabaya-280717-ma-2-1502440778-49317-d4dfaa5dd245e0a1eaf3a94264e2bcfe.jpgMoch Asim/ANTARA FOTO

Perusahaan agen perjalanan yang berlokasi di Jalan Kesemek, Blok R no.9, Komplek Kalibata Indah, Jakarta Selatan ini mendapat 3.056 aduan pada bulan Juli 2017. Angka ini naik dari satu bulan sebelumnya yang hanya mencapai 954 aduan.

Kafilah Rindu Ka’bah pernah terjerat kasus penipuan perjalanan umrah dan disidangkan pada Maret lalu di Pengadilan Negeri Surabaya. Salah satu saksi persidangan, Chairani Zainul Arifin, mengatakan dirinya akan diberangkatkan pada tanggal 22 Desember 2015.

Setelah diterbangkan ke Jakarta, Chairani hanya diinapkan di sebuah hotel selama 10 hari dan tidak jadi diberangkatkan dengan alasan kuota penuh dan visa umrah belum jadi. Pihak Kafilah Rindu Ka'bah Tour kemudian berjanji akan memberangkatkannya pada Februari 2016.

Namun, mereka kembali mengundur keberangkatan dengan alasan yang sama. Lalu, seorang peserta Kafilah Rindu Ka’bah Tour, Hisyam Ramdhani, membuat petisi berjudul "Kafilah Rindu Ka’bah Ali Zainal Abidin harus segera dihukum" pada laman change.org.

Petisi yang dibuat Hisyam berisi tuntutan agar pimpinan Kalifah Rindu Ka’bah, Ali Zainal Abidin diproses secara hukum serta menuntut penggantian kerugian 2.700 jemaah umrah yang berkisar Rp 50 miliar. Hingga saat ini, petisi tersebut ditandatangani oleh 113 orang.

Baca Juga: Desainer Terkenal Diduga Menipu Jamaah Umrah, Begini Ceritanya

2. Hannien Tour

antarafoto-keberangkatan-kloter-pertama-calon-haji-embarkasi-makassar-280717-abhe-1-1502440682-41281-fc189a64fb6d215bcb91df9f152d08da.jpgAbriawan Abhe/ANTARA FOTO

Ada 1.821 aduan terhadap Hannien Tour yang sudah diterima YLKI. Agen perjalanan ini kabarnya gagal memberangkatkan sekitar 1.500 calon jemaahnya. Salah satu peserta Hannien Tour, Evi Soviana (49 tahun) mengaku tidak mendapat kepastian dari Hannien dan tidak kunjung diberangkatkan sejak April lalu.

Evi dan keluarganya mengklaim telah mengalami kerugian sebesar Rp 142 juta. Ia mengaku masih sering mendatangi kantor pusat Hannien Tour karena beberapa cabangnya sudah tutup.

Menurut Evi, pihak Hannien Tour sendiri merasa keberatan karena harga paket promo tidak sesuai dengan harga yang sebenarnya, sehingga pihak Hannien harus memberikan subsidi sekitar Rp 3 juta per calon jemaah.

3. Komunitas Jalan Lurus

antarafoto-pemberangkatan-jemaah-calon-haji-sulteng-020817-mh-1-1502440109-87631-854d255769e82eb198ab82192a31115e.jpgMohamad Hamzah/ANTARA FOTO

Ada setidaknya 112 aduan terhadap Komunitas Jalan Lurus (KJL). Pada tahun 2013, KJL pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh 32 jemaah haji yang gagal diberangkatkan ke Arab Saudi.

Karopenmas Divhumas Polri, Rikwanto, pada saat itu menyebut para peserta sudah menyerahkan uang berkisar antara Rp 70 juta hingga Rp 100 juta per orang untuk perjalanan haji tahun 2013. Semula mereka dijanjikan akan berangkat 8 Oktober 2013.

Ternyata, mereka tidak jadi diberangkatkan dengan berbagai alasan. Para jemaah berusaha menghubungi pihak KJL. Akhirnya pada tanggal 9 Oktober 2013, penyelenggara hanya bisa memberangkatkan 10 orang saja.

KJL juga memotong uang pengembalian sebesar US$ 4.500 (Rp 60,1 juta) yang dinilai para jemaah tidak wajar. Mereka lantas menuntut biro KJL, dengan Pasal 378 KUHP dengan tuduhan penipuan.

4. Basmalah Tour

antarafoto-calon-haji-tertua-papua-barat-020817-om-1502440584-73223-98d7858b8398e52d0d92cf3db70ea821.jpgOlha Mulalinda/ANTARA FOTO

YLKI menyebut ada 33 aduan terhadap Basmalah Tour. Catur, salah satu peserta umrah dengan jadwal keberangkatan Februari 2014, mengaku dipersulit proses pemberangkatan umrahnya. Meski sudah melunasi biaya pada 30 April 2013, Catur tak kunjung diberangkatkan pada jadwal yang sudah ditetapkan.

Ia dijadwalkan berangkat pada Februari 2014, lalu diundur hingga April 2014. Alasannya karena penuhnya hotel di Arab Saudi dan proses pengurusan visa yang belum selesai. Pada saat itu, Catur juga tidak dapat mendapat jawaban tentang pihak travel ketika ditanya mengenai hotel dan pengurusan visa.

5. Mila Tour Group

antarafoto-pelepasan-jamaah-calon-haji-bali-030817-2-1502440338-84307-8e71bfa1d3d1aeb4aaf95060e9734c24.jpgNyoman Budhiana/ANTARA FOTO

Ada 24 aduan terhadap Mila Tour. Seseorang yang tidak bersedia disebut namanya menulis keluhan melalui laman Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (lapor.go.id).

Ia memohon kepada Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama untuk membantu dalam proses mediasi dan tindak lanjut.

Menurutnya, ia dan 23 orang lainnya tidak jadi berangkat umrah pada tanggal 5 Maret 2017. Karena tidak jadi berangkat, pihak travel bersedia mengembalikan dana yang sudah disetorkan.

Berdasarkan tulisannya, hanya 12 persen dari dana yang seharusnya dikembalikan kepada calon jemaah umrah. Pihak biro travel hingga saat ini belum memiliki itikad baik untuk melakukan pelunasan sisa dananya.

Artikel ini sebelumnya diterbitkan oleh Rappler Indonesia | Bernardinus Adi

Baca Juga: Mekah, Kota Suci Bagi Muslim Super Tajir

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI