Negara-negara Ini Pilih Perdana Menteri Seorang Gay

Asal bisa memimpin, orientasi seksual bukan persoalan.

Negara-negara Ini Pilih Perdana Menteri Seorang Gay Reuters via The Independent

Luxembourg, Irlandia dan Serbia lebih maju beberapa langkah dalam hal penerimaan komunitas Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT). Ketiga negara non Uni Eropa tersebut rupanya menempatkan gay di posisi penting, yakni, sebagai perdana menteri.

Perdana Menteri Luxembourg dan pasangannya bahkan diundang ke Vatikan.

Xavier Bettel, Perdana Menteri Luxembourg, beberapa waktu lalu menjadi bahan perbincangan ketika diundang ke Vatikan oleh Paus Fransiskus. Bettel membawa pasangannya, Gauthier Destenay, yang telah ia nikahi pada 2015 sesaat setelah pernikahan sesama jenis menjadi legal di negara tersebut.

Undangan kepada Bettel dan Destenay menjadi sebuah simbol penting dari Vatikan yang selama ini dikenal sangat konservatif dan menolak LGBT. Bettel sendiri sudah secara terbuka mengaku sebagai gay sejak 2013 lalu.

Destenay juga menjadi sorotan saat berpose dengan para ibu negara pemimpin NATO.

Pada 26 Mei 2017 lalu Destenay banyak diperbincangkan ketika terlihat berfoto bersama Melania Trump dan delapan orang istri kepala negara anggota NATO di Brussels, Belgia. Foto tersebut terlihat tak biasa karena selama ini belum pernah ada pria yang secara resmi menjadi pendamping seorang kepala negara.

Baca Juga: Destenay, Gay yang Disejajarkan dengan Para Ibu Negara

Irlandia baru memilih seorang gay untuk menjadi perdana menteri.

Leo Varadkar adalah Perdana Menteri Irlandia pertama yang tak hanya termuda dan merupakan putra dari seorang imigran dari India, tapi juga pemimpin gay pertama di negara tersebut. Pria berusia 38 tahun tersebut berhasil menggantikan perdana menteri sebelumnya, Enda Kenny.

Varadkar yang pernah berprofesi sebagai dokter sebelum akhirnya terjun ke politik itu sukses memperoleh 57 suara dari partai koalisi pemerintah di mana partainya, Fine Gael, adalah yang mayoritas. Pernikahan sesama jenis di Irlandia sudah legal sejak 2015 lalu. Varadkar sendiri memiliki pasangan bernama Matthew Barrett yang berprofesi sebagai dokter.

Seorang perempuan gay juga baru ditunjuk sebagai perdana menteri di Serbia.

Ana Brnabic mencatatkan sejarah untuk dirinya dan negaranya. Pada Kamis (15/6) ia diberi tanggung jawab untuk menjadi Perdana Menteri Serbia. Bukan hanya sebagai perdana menteri perempuan pertama, tapi juga gay pertama yang sukses duduk di posisi tersebut.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic menunjuk mantan menteri berusia 41 tahun itu untuk segera membentuk pemerintahan. Penunjukkan Brnabic terbilang fenomenal sebab homofobia masih sangat kuat di negara-negara Balkan, termasuk Serbia.

Menurut salah seorang aktivis hak-hak sipil, Goran Miletic, ada pesan positif yang ditunjukkan oleh keputusan menjadikan seorang gay sebagai kepala pemerintahan. Terutama bila mayoritas masyarakat masih menganggap bahwa homoseksualitas adalah sebuah penyakit.

Baca Juga: Diminta Wajib Militer, Transgender Thailand Resah

Read More

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote Senang Vote
    Senang 10%
  • Vote Sedih Vote
    Sedih 16%
  • Vote Terhibur Vote
    Terhibur 10%
  • Vote Marah Vote
    Marah 19%
  • Vote Kaget Vote
    Kaget 29%
  • Vote Terinspirasi Vote
    Terinspirasi 16%
ARTIKEL TERKINI