Donasi Ganja Medis Kepada Korban Kebakaran di California

Ganja tersebut memiliki nilai sebesar Rp 540 juta

Donasi Ganja Medis Kepada Korban Kebakaran di CaliforniaANTARA FOTO/REUTERS/Kyle Grillot

Line IDN Times

Sebuah perusahaan penyedia ganja medis, CannaCraft, memutuskan untuk mendonasikan produk mereka kepada para korban kebakaran di California bagian utara. Kebakaran yang sudah terjadi selama berhari-hari itu sendiri telah menewaskan 21 orang.

Ganja medis yang didonasikan memiliki nilai sebesar Rp 540 juta.

antarafoto-fire-la-tuna-canyon-california-us-030917-1507798939-33518-aabaf297e90165aa769cd21c22833da1.jpgANTARA FOTO/REUTERS/Kyle Grillot

Melalui situs resminya, CannaCraft menyatakan telah mendonasikan produk-produk ganja medis senilai Rp 540 juta kepada para pasien yang kehilangan rumah atau dievakuasi sejak kebakaran terjadi. CannaCraft juga mendonasikan sebagian dari hasil penjualan untuk membantu upaya rekonstruksi pasca-bencana.

Fasilitas produksi CannaCraft sendiri tidak terdampak oleh kebakaran tersebut dan masih tetap beroperasi. "Kami berkomitmen untuk terus melayani pasien-pasien kami dan membantu memangun kembali komunitas kami," tulis CannaCraft.

Baca juga: Di Amerika, Penyakit Almarhum Istri Fidelis Ari Diobati dengan Ganja

Kebakaran di California mengancam industri ganja yang bernilai triliunan rupiah.

antarafoto-usa-california-wildfire-10102017-1507798842-31489-e12a33af79671db40769fc87d1fd54ef.jpgANTARA FOTO/REUTERS/Mike Blake

Api yang melahap kawasan California bagian utara itu disebut sebagai salah satu yang terparah dalam sejarah kebencanaan California. Sejauh ini sudah ada puluhan ribu hektar dan ribuan rumah serta properti bisnis yang hancur, tak terkecuali lahan untuk ganja medis.

Para petani ganja medis di sekitar San Francisco mengeluhkan kehilangan hasil pertanian mereka karena kebakaran tersebut. Ganja medis sendiri cukup terkenal di Amerika Serikat untuk pengobatan, seperti menghilangkan rasa sakit, meredakan nyeri, bahkan dikabarkan bisa digunakan untuk penyembuhan penyakit mental atau depresi.

Baca Juga: Di Amerika, Beli Ganja Kini Bisa Melalui Drive-Thru

Read More
Yogie Fadila
EditorYogie Fadila
ARTIKEL REKOMENDASI