Kumamoto, IDN Times - Seorang politikus perempuan bernama Yuka Ogata dipaksa untuk meninggalkan ruang sidang oleh para koleganya pada November lalu. Mereka mengaku keberatan ketika anggota dewan kota di Kumamoto itu membawa bayinya yang berusia tujuh tahun saat bekerja.

Ogata menitipkan bayinya agar bisa kembali ke ruang sidang.

Bawa Bayinya, Politisi Perempuan Jepang Diusir Saat SidangKyodo via REUTERS

Seperti dilaporkan Asahi Shimbun, Ogata dihampiri oleh ketua sidang, Yoshitomo Sawada, yang memaksanya memberitahu mengapa ia membawa bayinya saat bekerja. Setelah berdebat, Sawada memaksa Ogata dan bayinya keluar ruangan.

Ogata kemudian menitipkan bayinya ke seorang teman agar bisa kembali ke tempat sidang. Sawada disebut-sebut meminta maaf karena salah satu anggotanya datang bekerja bersama bayinya. Namun, anggota-anggota lain berkata bahwa semestinya Ogata yang meminta maaf.

Sebenarnya tak ada aturan tertulis terkait boleh atau tidaknya membawa anak ke kantor dewan kota ketika jam kerja. Namun, staf sekretariat dari kantor tersebut berkata masalahnya adalah Ogata tak memberitahu mereka bahwa ia akan datang ke tempat kerja bersama bayinya.

Baca Juga: Anggota Parlemen Islandia Ini Berpidato Sambil Menyusui. Tidak Ada yang Menganggap Itu Aneh!

Ogata memperjuangkan lingkungan kerja yang ramah kepada ibu dan anak.

Bawa Bayinya, Politisi Perempuan Jepang Diusir Saat SidangShimon Sawada/Asahi

Usai kisahnya menjadi viral, Ogata menulis sebuah opini yang dipublikasikan oleh The Guardian. Rupanya, keputusan Ogata untuk membawa bayinya adalah sesuatu yang memang ia rencanakan. "Aku percaya itu adalah satu-satunya cara aku bisa mengatasi hambatan-hambatan besar yang sengaja diletakkan di hadapanku sebagai seorang ibu yang bekerja," tulisnya.

"Aku melihatnya sebagai kesempatan terbaikku untuk melanjutkan kebijakan yang sudah kuperjuangkan sejak pertama kali menjadi anggota dewan kota: untuk meningkatkan layanan perawatan anak dan membuat lingkungan kerja di Jepang lebih bersahabat untuk siapapun yang bekerja," tambahnya.

Sayangnya, tulis Ogata, proposalnya yang termasuk memperbolehkan ibu untuk menyusui bayi di ruang sidang ditolak oleh anggota lainnya. "Aku justru diberitahu agar menyelesaikan masalah-masalah itu sendiri," ungkap Ogata.

Menurut Ogata, itu bukan masalah perempuan saja, melainkan manajemen secara keseluruhan. Ia menulis,"Pada umumnya, perusahaan Jepang berpikir menyeimbangkan pekerjaan dan merawat anak adalah tanggung jawab orangtua saja. Sangat sedikit tempat kerja yang punya kebijakan untuk membantu orangtua menyeimbangkan pekerjaan dan kehidupan keluarga."

Hal yang kontras terjadi di Australia dan Islandia.

Bawa Bayinya, Politisi Perempuan Jepang Diusir Saat SidangAAP via BuzzFeed

Bukan sekali itu saja seorang pejabat membawa anaknya ke tempat kerja. Sebelumnya, anggota parlemen Islandia bernama Unnur Bra Konradsdottir sempat menggendong bayinya di podium. Konradsdottir tadinya ditawari oleh anggota lain agar menitipkan bayinya, tapi ia menolak.

Akhirnya, ia berada di podium dengan membawa si bayi. Tak hanya menggendong, ia juga menyusui bayinya yang tengah kelaparan sementara anggota-anggota parlemen lain tidak merasa ada yang aneh dengan kejadian itu.

Kemudian, seorang anggota parlemen Australia, Larissa Waters, juga melakukan hal serupa. menjadi wanita pertama yang menyusui sang bayi ketika berpidato di dalam gedung parlemen Australia. Sebelumnya, Waters juga menjadi pemberitaan ketika tertangkap kamera menyusui bayinya yang bernama Alia Joy yang baru berusia 14 minggu.

Baca Juga: Senator Australia Ini Kembali Susui Anaknya Saat Sidang