#InspirasiRamadan

Disorot Media Asing, Ini Pengidap Kanker yang Fotonya Dipajang Pada Bungkus Rokok facebook.com/aljazeera

Disorot Media Asing, Ini Pengidap Kanker yang Fotonya Dipajang Pada Bungkus Rokok

Jangan sampai kamu mengalami nasib serupa.

Kamu pasti sangat familiar dengan gambar kanker tenggorokan yang terpampang dalam bungkus rokok.  Gambar kanker tersebut akan kamu temukan dalam setiap rokok yang dijual bebas di Indonesia. Namun, tak banyak yang tahu siapa sebenarnya sang pengidap kanker tersebut.  

Dikutip dari Al Jazeera, (17/4) sosok tersebut adalah pengidap kanker laring bernama Edison Siahaan. Al Jazeera merekam melalui video bagaimana kesaksian Edison hingga akhirnya kanker menggerogoti lehernya. 

Edison Siahaan mulai merokok sejak usia 15 tahun.

Dalam video tersebut, Edison Siahaan mengaku mulai menjadi perokok sejak berusia 15 tahun. Kebiasaan ini pun membuatnya kecanduan dan dia merasa tidak enak setiap harinya kalau tidak merokok.

Ternyata, kecanduan rokok memberikan dampak yang buruk bagi Edison. Pasalnya pria ini divonis dokter mengidap kanker tenggorokan. Yang mengejutkan lagi, kanker yang diidap pria 78 tahun ini ternyata sudah sangat parah.

Baca juga: Ternyata Merokok Berpengaruh Pada DNA, Ini Penjelasan Ilmiahnya!

Dokter pun terpaksa melakukan operasi dengan cara membuat lubang pada tenggorokan Edison.  Pria ini kemudian menyadari bahwa nasi sudah menjadi bubur. Dia kini hanya bisa meratapi nasibnya dan sangat sedih saat mengingat ketika dia mengidap kanker tersebut.

Ayah dari 5 orang anak, sekaligus kakek dari 4 orang cucu ini mengaku selalu merokok 3 bungkus per hari selama 50 tahun lamanya. Bahkan istrinya pun juga harus mengidap penyakit stroke karena masalah yang sama.

Edison mengingatkan bahaya rokok yang sangat hebat.

Pria ini juga mengingatkan kerugian yang akan diderita para perokok yang juga kecanduan seperti dirinya. Para perokok dihimbau untuk berpikir dua kali sebelum merokok karena merokok akan menyebabkan mereka mengalami nasib yang sama seperti Edison.

Dia bahkan kehilangan pekerjaanya karena tenggorokannya tidak mampu lagi berfungsi dengan baik. Dia kini menjadi pengajar bagi para penderita kanker tenggorokan lainnya untuk bisa berbicara normal lagi.

Merokok juga akan menyebabkan kerugian finansial karena perokok lebih suka menghamburkan uangnya untuk membeli rokok. Kemudian, saat perokok tersebut mengidap kanker, mereka juga harus mengeluarkan uang yang sangat besar untuk biaya operasi.

Meski 400.000 orang di Indonesia meninggal tiap tahunnya akibat merokok, pemerintah tetap saja mengembangkan bisnis ini karena memberikan omzet yang sangat besar. 

Simak video lengkap pengakuan Edison Siahaan berikut ini:

 

Baca juga: Sebelum Kamu Menyalakan Rokok, Ada Baiknya Kamu Perhatikan Lingkungan di Sekitarmu Dulu


Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote Vote
    Senang 16%
  • Vote Vote
    Sedih 40%
  • Vote Vote
    Terhibur 14%
  • Vote Vote
    Marah 7%
  • Vote Vote
    Kaget 17%
  • Vote Vote
    Terinspirasi 7%

ARTIKEL TERKINI

About IDNtimes