Jakarta, IDN Times-Selang dua hari sejak Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis menetapkan DKI Jakarta dalam kondisi siaga satu, saat ini kondisi Ibu Kota sudah dinyatakan aman sehingga diturunkan statusnya menjadi siaga.

"Jadi untuk kegiatan siaga satu berkaitan dengan yg telah disampaikan Kapolda Metro, saat ini sudah kita nyatakan siaga saja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono di kantornya, Jakarta Selatan, Selasa (15/5).

1. Polisi tetap berjaga meski status keamanan diturunkan

Polisi Turunkan Status Ibu Kota dari Siaga 1 Jadi SiagaInstagram/@iqbalweel

Argo Yuwono menjelaskan, meski status keamanan menjadi siaga, penjagaan dan pengawasan dari anggota tidak dikendurkan sedikit pun.

Baca juga: Anies Baswedan: Jakarta Siaga 1, 36 Ribu Personel Bersiaga

"Artinya (anggota) tetap waspada untuk kepolisian. Dan kemudian siaga anggota bahwa untuk keluar-masuk markas polisi sekarang diperketat dan juga anggota stand by. Artinya kalau dihubungi suatu waktu untuk dibutuhkan tenaga dan pikirannya, mudah untuk dihubungi," sambung dia.

2. Argo tidak menjelaskan pertimbangan keputusan tersebut

Polisi Turunkan Status Ibu Kota dari Siaga 1 Jadi SiagaIDN Times/Vanny El Rahman

Saat ditanya penyebab situasi keamanan diturunkan dari siaga satu menjadi siaga, Argo enggan membeberkan lebih jauh.

"Tentunya banyak pertimbangan yang dilakukan oleh pimpinan. Dan sekarang ini bahwa artinya masyarakat silahkan untuk melaksanakan kegiatan seperti biasanya. Polisi dan TNI akan melaksanakan pengamanan sesuai dengan kemarin, bisa patroli bersama," tambah mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu.

3. Keputusan siaga satu diambil setelah bom di Surabaya

Polisi Turunkan Status Ibu Kota dari Siaga 1 Jadi Siaga KemensetnegRI

Sebagaimana diketahui, surat telegram yang berisikan status Ibu Kota dalam kondisi siaga satu marak beredar pasca insiden ledakan di tiga gereja di Surabaya.

Karenanya, kantor polisi dari tingkatan Polda hingga Polsek dijaga oleh pasukan bersenjata lengkap. Bagi mereka yang menggunakan mobil, harus dibuka bagasinya untuk diperiksa. Sedangkan, bagi pengendara roda dua, harus membuka jaket, helm, dan kaca mata. 

Baca juga: [UPDATE] Bom Surabaya: Nasib Hak Asuh 4 Anak Pelaku Bom