Jakarta, IDN Times- Kabar bohong alias hoax menyusul insiden ledakan di Surabaya dan Sidoardjo semakin marak. Baru-baru ini, tersebar kabar soal sejumlah tempat perbelanjaan yang harus dihindarai. 

Salah satunya adalah pesan berantai yang diterima oleh IDN Times terkait sejumlah lokasi keramaian yang harus dihindari. Tempat tersebut diduga menjadi obyek teror. Untuk wilayah Jakarta adalah Grand Indonesia, FX Sudirman, Plaza Senayan, Blok M Plaza, Kedutaan Besar AS dan masih banyak lagi. 

Sedangkan, untuk lokasi keramaian yang berada di Surabaya adalah Tanjungan Plaza, Royal Plaza, Surabaya Plaza, dan lainnya.

Masyarakat mempertanyakan soal kebenaran informasi tersebut. Pasalnya, pesan berantai itu mengatasnamakan Badan Intelejen Nasional dan Densus 88. 

1. Polda Metro Jaya membantah kabar tersebut

Beredar Info Ancaman di Sejumlah Lokasi Perbelanjaan, Polda Metro: Itu HoaxIDN Times/Margith Damanik

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Raden Argo Yuwono menegaskan bahwa kabar tersebut adalah hoax. 

"Berkaitan dengan brodcast yg beredar ada info bahwa ada lokasi perbelanjaan di Jakarta dan Surabaya (yang diduga menjadi objek teror), saya sampaikan bahwa itu semua adalah tidak benar," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (14/5). 

Baca juga: Kabar Gereja Santa Anna Diteror adalah Hoax

2. Pesan berlanjut soal call center juga tidak benar

Beredar Info Ancaman di Sejumlah Lokasi Perbelanjaan, Polda Metro: Itu HoaxIDN Times/Istimewa

Selain itu, juga marak beredar informasi soal call center atau nomor telepon yang bisa dihubungi saat wilayah hukum Polda Metro Jaya dinyatakan siaga satu. 

Serupa dengan kabar lokasi perbelanjaan, Argo menyampaikan bahwa nomor yang disebar bukanlah nomor telepon pihak kepolosian. 

"Ada nomor-nomor yang bisa dihubungi, itu juga tidak benar. Kalau masyarakat ingin melapor jika ada yang mencurigakan, silahkan ke Polsek, Polres, ke Polda atau ke saya juga bisa," terang dia. 

3. Berita bohong adalah bagian dari teror

Beredar Info Ancaman di Sejumlah Lokasi Perbelanjaan, Polda Metro: Itu HoaxIDN Times/Sukma Shakti

Terakhir, Argo mengimbau agar masyarakat dan media bekerja sama dalam urusan memverifikasi kabar yang beredar. Menurutnya, kabar bohong yang disebarluaskan bisa menambah rasa takut di kalangan publik. 

"Ini bagian daripada teman-teman media agar memberikan kepada madyarakat pencerahan. Kalau ada info brodcast silahkan dikroscek ke kepolisian," tutup dia.

Baca juga: [UPDATE] Bom di Polrestabes Surabaya Melukai 10 Orang