Jakarta, IDN Times – Kepala Kebijakan Publik Facebeook Indonesia Ruben Hattari menyampaikan bahwa kebocoran data yang terjadi diakibatkan oleh pelanggaran kebijakan yang dilakukan oleh Aleksander Kogan. Ia menganggap Kogan melanggar kebijakan Facebook dengan memberikan data kepada Cambridge Analytica.

Menanggapi hal tersebut, ada beberapa langkah yang telah dilakukan Facebook terkait kebocoran data tersebut.

1. Mencari tahu yang dilakukan Cambridge Analytica

3 Langkah Konkret Facebook Menghadapi Kebocoran DataIDN Times/Teatrika Putri

Langkah pertama yang dilakukan oleh Facebook, adalah mencari tahu terlebih dahulu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Cambridge Analytica mengenai data-data pengguna Facebook tersebut.

Baca juga: DPR RI: Facebook Juga Harus Bertanggung Jawab atas Kebocoran Data

“Kami akan mencari tahu apa yang sebenarnya dilakukan oleh Cambridge Analytica. Selain tentunya, memberi tahu semua yang terkena dampak atau dirugikan dalam hal ini,” ujar Ruben di Komisi I, Gedung DPR RI, Selasa (17/4).

2. Melakukan investigasi terhadap seluruh aplikasi di Facebook

3 Langkah Konkret Facebook Menghadapi Kebocoran DataANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto

Ruben mengungkapkan, langkah selanjutnya yang diambil Facebook adalah, melakukan investigasi terhadap aplikasi lain yang pernah mendapat akses atas informasi dalam jumlah besar. Jika terbukti ada, Facebook pun akan memblokir aplikasi tersebut.

“Sekarang kami sedang melakukan investigasi atas semua aplikasi yang pernah mendapatkan akses atas informasi dalam jumlah besar. Jika ada dari mereka yang menyalahgunakan data pengguna, kami akan memblokir mereka dari Facebook,” jelas Ruben.

3. Pastikan tidak ada kejadian serupa ke depannya

3 Langkah Konkret Facebook Menghadapi Kebocoran DataAFP/Karen Bleier

Langkah berikutnya yang telah dilakukan oleh Facebook, disampaikan Ruben, bahwa Facebook akan memastikan agar para pengembang tidak dapat mengakses banyak informasi di dalam Facebook.

“Kami telah melakukan perubahan besar atas platform kami pada tahun 2014 lalu, yang akan mencegah kasus seperti Cambridge Analytica terjadi lagi,” ujar dia.

Baca juga: Tak Mau Disalahkan Sendiri, Facebook Seret Twitter dan Google