Jakarta, IDN Times - Istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, membantah suaminya sudah bisa berkomunikasi dan ke kamar mandi seorang diri usai mengalami peristiwa tabrakan di Permata Hijau pada (16/11/2017). Ia menjelaskan begitu tiba di RS Medika Permata Hijau suaminya sudah terbaring tidur di kamar perawatan nomor 323. 

Selang infus terlihat sudah terpasang di tangan. Sementara, perban sudah dipasang di bagian dahi dan tangan. Dari pengamatan Deisti, terdapat luka benjol yang cukup dalam di bagian dahi.

"Tapi, kalau bekas darah saya gak melihat, karena sudah ganti baju," ujar Deisti menjawab pertanyaan Hakim Ketua Syaifuddin Zuhri pada Senin (16/4) di Pengadilan Tipikor. 

Keterangan itu disampaikan Deisti saat duduk di kursi saksi dalam sidang lanjutan upaya untuk merintangi penyidikan suaminya pada tahun 2017. Duduk di kursi pesakitan adalah dr. Bimanesh Sutarjo. 

Di hadapan majelis hakim, Deisti mencoba menjelaskan tidak ada yang janggal dari masuknya Novanto di rumah sakit tersebut. Namun, hakim atau jaksa berhasil menemukan celahnya. Berikut beberapa di antaranya: 

1. Setya Novanto buang air kecil dengan menggunakan pispot 

4 Kesaksian Janggal Deisti Astriani soal Perawatan Setya Novanto di Rumah SakitANTARA FOTO/Wahyu Putro A.

Deisti membantah keterangan yang disampaikan oleh perawat Indri Astuti kalau suaminya pada (17/11/2017) pagi sudah bisa bangun dari ranjang dan berdiri dengan tegak. Indri mengaku memergoki Novanto sudah bisa kencing dengan berdiri. Padahal sehari sebelumnya, ia terlihat lemas. 

Tetapi, menurut Deisti yang ikut menginap di kamar perawatan tersebut mengaku tak melihat hal tersebut. Ia mengaku memang tertidur di samping Novanto, namun di sana juga ada seorang kerabat Deisti yang ikut menjaga. 

"Saya gak lihat suami saya berdiri. Jam berapa itu ya perawat memergoki suami saya? Karena kalau mau buang air kecil, saya selalu kasih pispot. Saat sedang makan saja, dia memejamkan mata," kata Deisti. 

Ia mengaku tidak tahu perawat bernama Indri yang mengatakan keterangan itu. Tetapi, ia tidak membantah memang sempat bertemu dengan seorang perawat dan dr. Bimanesh di ruang perawatan. 

"Saya berada di ruangan itu bertiga dengan saudara saya. Dia yang bangun lebih dulu ketimbang saya. Kalau pun memang suami saya bangun, pasti saudara itu juga akan membangunkan saya," tutur dia. 

Baca juga: Lima Harapan Setya Novanto: Divonis Ringan Hingga Hak Politik Gak Dicabut

2. Setya Novanto sempat muntah tapi tidak berkomunikasi 

4 Kesaksian Janggal Deisti Astriani soal Perawatan Setya Novanto di Rumah SakitANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Kejanggalan lainnya adalah Deisti sempat melihat suaminya muntah ketika baru dirawat di RS Medika Permata Hijau. Namun, ia ternyata tidak nyaman saat dirawat di sana, kendati sudah tidur di kamar perawatan VIP. 

Akibatnya, menurut Deisti, mantan Ketua DPR itu muntah. Uniknya, saat muntah itu, Novanto disebut tidak menyampaikan kalimat apa pun. 

"Bapak pada Kamis malam (16 November) mengeluh kalau membuka mata pusing. Kalau ngobrol yang benar-benar ngobrol gak ada, Yang Mulia," kata dia. 

Deisti membantu mengurus suaminya yang ketika itu terlihat tak nyaman. Namun, uniknya ia tidak memanggil perawat untuk melihat kondisi suaminya pasca muntah. 

Menurutnya, Novanto baru benar-benar sadar usai dipindahkan ke RSCM pada Jumat (17/11/2017). Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengira peristiwa tabrakan mobil terjadi di hari tersebut. 

"Tapi, saya bilang kalau dia sudah dirawat selama dua hari dan dia sudah gak sadarkan diri selama dua hari," kata Deisti lagi. 

3. Deisti mendengar Fredrich Yunadi telah menyiapkan tiga kamar di rumah sakit 

4 Kesaksian Janggal Deisti Astriani soal Perawatan Setya Novanto di Rumah SakitANTARA FOTO/Galih Pradipta

Di dalam kesaksiannya, Deisti mengakui kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi telah menyiapkan tiga kamar perawatan. Satu digunakan oleh Novanto, sisanya dipakai oleh ajudan Reza Pahlevi dan keluarga. 

Ia mendengar dari Fredrich kamar di rumah sakit kecil. Sehingga, ia bisa menggunakan dua kamar rumah sakit lainnya untuk ajudan dan keluarga. 

Lalu, siapa yang membayar tiga kamar VIP tersebut? 

"Saya menyuruh orang saya untuk membayar tiga ruang perawatan, Pak Jaksa. Pembayarannya dilakukan saat akan dipindahkan ke RSCM," kata dia. 

Kesaksian Deisti mengonfirmasi Fredrich telah melakukan pemesanan kamar rumah sakit. Padahal, sebelumnya, kuasa hukum berusia 67 tahun itu bolak-balik membantahnya. 

4. Fredrich Yunadi bisa dengan leluasa masuk ke kediaman Setya Novanto di area Wijaya

4 Kesaksian Janggal Deisti Astriani soal Perawatan Setya Novanto di Rumah SakitIDN Times/Linda Juliawanti

Deisti menceritakan ketika rumahnya didatangi beberapa penyidik KPK pada (15/11/2017), ia dikabari Fredrich Yunadi sudah berada di lantai bawah. Majelis hakim pun penasaran mengapa Fredrich bisa dengan mudah masuk ke rumah elit tersebut. 

"Apakah Pak Fredrich ini punya akses ke rumah atau bagaimana?," tanya majelis hakim. 

Menurut Deisti, lantaran Fredrich adalah tamu maka ia bisa langsung masuk begitu saja. 

"Memang kalau di rumah kami, kalau memang tamu yang bisa langsung dipersilakan masuk ke dalam rumah. Apalagi yang sudah dikenal," katanya. 

Pernyataan Deisti ini tidak sejalan ketika rumahnya didatangi penyidik lembaga anti rasuah. Selaku tamu yang berkepentingan untuk mencari suaminya, Deisti membiarkan penyidik KPK berada di depan rumah selama sekitar 30 menit. 

Fredrich memang pernah menyatakan di ruang sidang ia tinggal tidak jauh dari Novanto. Tapi, baru bertandang ke rumah usai menjadi kuasa hukum Novanto. 

Baca juga: Setya Novanto Menangis Saat Bacakan Nota Pembelaan di Ruang Sidang