Surabaya, IDN Times - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan bahwa media pembelajaran bagi anak tak harus melulu di dalam kelas. Menurut dia, cara-cara unik justru terkadang mampu membuat anak-anak mengetahui hal baru. 

Risma bahkan menceritakan masa kecilnya yang dipenuhi dengan hal mangasyikkan. "Saya waktu sekolah nakal juga nakal. Kalo gak nakal saya gak tau caranya keluar masuk selokan," ujar risma dalam sambutannya saat membuka pameran kesenian siswa-siswi Yayasan Puspita Kencana di Taman Budaya Cak Durasim, Kamis (7/12).

Risma memang tak jarang tertangkap kamera membersihkan selokan di berbagai sudut Kota Surabaya. Hal itu dilakukannya untuk mencegah banjir di kota pahlawan.  

Berikan ruang untuk berekspresi. 

Risma: Dulu Saya Nakal, Makanya Tahu Cara Masuk GotIDN Times/Rudy Bastam

Risma mengatakan bahwa orangtua saat ini harus tanggap dengan apa yang dilakukan oleh anak-anaknya. Sebab, kata dia, banyak orangtua yang masih menganggap kenakalan masa kecil sebagai sesuatu yang negatif.

Dia mencontohkan, banyak orangtua yang malah memarahi anak-anaknya saat mereka mencoret-coret tembok. "Padahal yang dilakukan itu mereka menerjemahkan apa yang dilihat dan diinginkan," tambahnya.

Baca juga: Perempuan Ini Ubah Stretch Marks Jadi Lukisan Menakjubkan

Pamerkan hasil karya 260 siswa.

Risma: Dulu Saya Nakal, Makanya Tahu Cara Masuk GotIDN Times/Rudy Bastam

Pameran ini adalah kegiatan untuk memamerkan hasil pekerjaan tangan siswa-siswi sekolah selama satu tahun. Mengambil tema "Cinta Budaya Indonesia", penyelenggara memamerkan beragam jenis kesenian antara lain adalah lukisan, clay, keramik, baju, topeng, dan tarian.

"Kan banyak anak berbakat dan berpotensi, nah daripada karya mereka mubazir, kita buatkan pameran dan mereka antusias," ujar Ketua Panitia Pameran, Choiri Hidayat.

Hal senada dikatakan oleh Ketua Yayasan Puspita Kencana, Maria Lourdes. Menurut dia, salah satu mengasah emosi dan kreativitas anak-anak adalah dengan memamerkan hasil karya kesenian mereka. Ke depan, rencanya kegiatan serupa kembali digelar untuk semakin menunjukkan komitmen kesenian kepada anak-anak. "Harapan saya anak-anak bisa menjadi anak yang lebih baik karena secara emosi juga telah terasah."

Baca juga: Kredit Fiktif PD Pasar Surya, Risma Pasrahkan pada Kejaksaan