Jumlah Orang Miskin di Indonesia Bertambah

Pangkalnya adalah pengangguran

Jumlah Orang Miskin di Indonesia BertambahIrwansyah Putra/ANTARA FOTO

Line IDN Times

Kemiskinan nyatanya masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis data kemiskinan dan ketimpangan di Indonesia. Hasilnya, tingkat ketimpangan memang berada di posisi stagnan, namun jumlah angka kemiskinan dipastikan bertambah sekitar 6.900 orang. Angka itu didapat per bulan September 2016-Maret 2017.

antarafoto-raker-menkeu-dan-badan-anggaran-050717-agr-4-8e77d41d8034ce5b590e6d44464c3c85.jpgRahmad/ANTARA FOTO

Kabar gembiranya, Kepala BPS Suharyanto mengumumkan bahwa angka ini masih lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Jika sebelumnya persentase penduduk miskin adalah 10,70 persen. Maka kini jumlahnya menurun di posisi 10,64 persen atau turun 0,06 persen dibandingkan sebelumnya. 

Suharyanto menyimpulkan bahwa jumlah penurunan angka kemiskinan ini relatif melambat dibandingkan periode sebelumnya. Ada sejumlah faktor yang memicu timbulnya angka kemiskinan ini, antara lain harga komoditas makanan tidak stabil, mahalnya biaya perumahan, listrik, bensin, pendidikan, angkutan, kesehatan, dan lain sebagainya.

Apa acuan seseorang masuk dalam kategori miskin di Indonesia?

antarafoto-penyaluran-zakat-mal-220617-rmd-6-f78e8201b6152c757ccf0feab8d54cf4.jpgM. Agung Rajasa/ANTARA FOTO

BPS sendiri mendasarkan perhitungan jumlah penduduk miskin dari batas penghasilan per kapita masing-masing individu per bulannya. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Bojonegoro menjelaskan bahwa penghasilan penduduk yang masuk dalam kategori miskin adalah Rp 361.990 per kapita per bulan untuk periode September 2016.

Penghasilan yang masuk dalam kategori rakyat miskin ini lebih besar dari bulan Maret 2014, yakni sekitar Rp 302.735 per kapita per bulan. Tingkat naik turunnya angka tersebut juga dipengaruhi oleh angka inflasi dan harga kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Realita di Indonesia: yang Kaya Makin Kaya yang Miskin Makin Miskin. 

Guna mengurangi angka kemiskinan di Indonesia, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menciptakan Program Keluarga Harapan (PKH) yang digadang-gadang ampuh mengatasi masalah tersebut. Nantinya, masing-masing individu akan diberi kartu uang elektronik dan tabungan sehingga bisa menampung bansos PKH, pangan, serta berbagai subsidi lainnya.

Mensos juga mengklaim sekitar 6 juta keluarga telah bergabung dalam program ini. Perlahan tapi pasti, program ini diklaim bisa mengentas kemiskinan di tanah air supaya tak semakin merajalela.

Pengentasan masalah pengangguran diklaim bisa mengatasi masalah kemiskinan lebih cepat.

antarafoto-potensi-zakat-nasional-170617-irp-93b163dd8e9e52e29654f0a67710a8fb.jpgIrwansyah Putra/ANTARA FOTO

Ketua Badan Anggaran DPR Azis Syamsuddin menegaskan bahwa jumlah pengangguran sangat berpengaruh terhadap jumlah warga miskin yang ada di Indonesia. Oleh karena itu perluasan lapangan kerja bisa menjadi solusi yang signifikan.

Azis juga mengklaim jika jumlah pengangguran di Indonesia bisa ditekan, maka tingkat kemiskinan di Indonesia akan bisa diturunkan lagi sekitar 9,5 persen dari jumlah yang sudah ada sekarang. Hal itu jugalah yang nantinya akan masuk dalam target pembangunan dalam Rancangan APBN 2018.

Baca Juga: Riset: Kaya dan Miskin Bisa Terlihat dari Wajah.

Read More
Line IDN Times

Bagaimana perasaanmu setelah membaca artikel ini?

  • Vote SenangVote
    Senang0%
  • Vote SedihVote
    Sedih0%
  • Vote TerhiburVote
    Terhibur0%
  • Vote MarahVote
    Marah0%
  • Vote KagetVote
    Kaget0%
  • Vote TerinspirasiVote
    Terinspirasi0%
ARTIKEL TERKINI