Jakarta, IDN Times - Kementerian Kesehatan menargetkan 5 juta pemeriksaan deteksi dini kanker pada 2018. Menteri Kesehatan Nila F Moeloek optimistis target tersebut akan tercapai kendati terdapat beberapa kendala di lapangan. 

1. Terkendala kondisi geografis dan minim alat krioterapi

Targetkan 5 Juta Pemeriksaan Kanker, Ini Kendala yang Dihadapi Kemenkes IDN Times/Indiana Malia

"Itu kendala kami, ya. Kondisi geografis kita kan luar biasa ya kayak begini. Tetapi karena sistem pemeriksaan tes IVA bisa dilakukan di Puskesmas, jadi sudah bisa (dilakukan pemeriksaan)," ujar Nila usai Puncak Hari Kanker Sedunia di Jakarta, Selasa (13/2).

Baca juga: Anies Baswedan: 24 Persen Kematian di Jakarta Disebabkan Kanker

2. Tak semua alat krioterapi tersedia di Puskesmas

Targetkan 5 Juta Pemeriksaan Kanker, Ini Kendala yang Dihadapi Kemenkes IDN Times/Indiana Malia

Nila melanjutkan, kendala kedua adalah minimnya alat deteksi kanker, yakni krioterapi, di Puskesmas. Kendati harganya tak terlalu mahal, namun belum tersedia di Puskesmas-puskesmas daerah.

"Tetapi kami akan berikan (melengkapi alat krioterapi) dalam hal ini. Selain itu, ada jarak dari Puskesmas ke rumah (di daerah pelosok), inilah beratnya kami mencapai total target ini

3. Kemenkes memanfaatkan jejaring

Targetkan 5 Juta Pemeriksaan Kanker, Ini Kendala yang Dihadapi Kemenkes IDN Times/Indiana Malia

Kendati terkendala peralatan dan kondisi geografis, kata Nila, Kemenkes mencoba memanfaatkan jejaring di semua kementerian dan lembaga terkait. Jejaring tersebut dapat turut membantu sosialisasi pencegahan dan deteksi dini kanker. 

"Kami juga harus bikin jejaring dengan ikatan bidan, perawat, dan dokter karena merekalah yang bisa melakukan tindakan di Puskesmas. Deteksi dini kanker tampaknya memang sederhana, tetapi kita harus hati-hati juga di sini," ujarnya.

Baca juga: Pasien Terus Bertambah, Kemenkes Genjot Deteksi Dini Kanker