Jakarta, IDN Times - Berita kematian Jonghyun, salah satu personel grup boyband Korea SHInee amat menyita publik, terutama para Fangirl. Jonghyun yang tengah berada di puncak karir ditemukan sudah tak bernyawa sesaat setelah menghirup karbonmonoksida dari briket batubara yang dibakar di penggorengan apartemennya. 

Psikolog Anak dan Remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi., menyatakan fenomena bunuh diri dengan karbonmonoksida sangat mengkhawatirkan. Menurut Vera, media massa hendaknya berhati-hati dalam memberitakan perihal bunuh diri. 

"Karena akan mempengaruhi mereka yang rentan pada kecenderungan bunuh diri atau memang yang sudah memikirkan untuk bunuh diri. Hendaknya pemberitaan tidak mendorong atau memunculkan ide tentang bagaimana cara bunuh diri," ujar Vera saat dihubungi IDN Times, Jakarta, Selasa (19/12).

Baca juga: Viral Mobil Mewah Bernomor B 1 UNO Terobos Busway, Begini Komentar Sandiaga

Soal penyebab bunuh diri, menurut Vera, tindakan ini dipicu oleh depresi yang biasanya muncul karena ada perasaan tidak lagi berharga atau punya arti bagi lingkungannya. 

"Merasa tidak mampu untuk mengatasi masalah yang sedang dihadapi, tidak berdaya dan hilang harapan," ujar Vera.

Berikut saran Vera baik bagi penderita depresi maupun orang terdekat yang dapat mencegah terjadinya bunuh diri.


1. Jauhi media sosial

Psikolog: Depresi Dapat Picu Bunuh DiriMarketingland.com

Vera berujar, media sosial  dapat menambah tekanan dan juga memberikan ide-ide tentang bunuh diri.

 

2. Jika tak sanggup menghadapi masalah, curhatlah

Psikolog: Depresi Dapat Picu Bunuh Diriverywell.com

Upaya pencegahan agar tidak melakukan bunuh diri adalah dengan membuka diri atau bicara ketika merasa tidak lagi sanggup menghadapi masalah. 

"Bisa dibantu oleh tenaga ahli seperti psikolog atau psikiater," terang Vera.

 

3. Peranan orang-orang di sekitar sangat diperlukan

Psikolog: Depresi Dapat Picu Bunuh DiriIntrepidtravel.com

Menurut Vera, peranan orang-orang di sekitar amatlah penting untuk mendeteksi orang yang mengalami depresi atau punya kecenderungan untuk bunuh diri. 

"Mereka dapat segera didekati, diajak bicara dan bantu untuk mencari bantuan dari ahli," ujarnya.

Intinya kita mesti ingat, bunuh diri bukan solusi 

Baca juga: Selain untuk Ibadah, Ini yang Diinginkan Anies dari Masjid