Begini Caranya Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos di TPA Bantar Gebang

Berasal dari sampah sayur dan buah

Begini Caranya Mengolah Sampah Organik Menjadi Kompos di TPA Bantar GebangIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Laporan IDN Times, Fitang Budhi Adhitia

Bekasi, IDN Times - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang, Bekasi ternyata memanfaatkan teknologi pengolahan sampah yang sudah mumpuni.

Di sini, sampah yang berasal dari organik dari beberapa wilayah di Jakarta dan sekitarnya diolah kembali menjadi kompos. 

"Sampah organik yang berasal dari sayuran dan buah-buahan, kembali kita olah menjadi bentuk baru yang sangat bermanfaat,"kata Kosim, Maintenance produksi Kompos di TPA Bantar Gebang, Bekasi saat ditemui IDN Times, Senin (14/11).

Baca juga: Dalami Kasus E-KTP, Anak Buah Setya Novanto Dipanggil KPK

img-4336-cfb367560db123ec8c364b02a4550bf2.JPGIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Kosim juga menjelaskan, proses awal dari pembuatan kompos dimuai dari memilah terlebih dahulu antara sampah organik dan non organik. Setelah itu, dikumpulkan hingga membusuk kemudian baru diolahnya.

“Dipilah dulu non dan organiknya, setelah itu dikumpulkan hingga ada pembusukan atau fermentasi. Lalu dikeringkan, setelah itu baru bisa diproses hingga menjadi produk kompos yang bermutu dan bernilai ekonomi,"jelasnya.

img-4337-1d6d310d4c5c703d5cdca0d67c7bf620.JPGIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Kosim menjelaskan, Kompos yang dihasilkannya terbilang sangat baik digunakan para petani untuk menjadi pupuk, karena mengandung humus yang tinggi, seperti tanaman sayur-sayuran dan kacang-kacangan.

Selain itu, kompos ini juga sangat baik digunakan untuk para ibu-ibu rumah tangga yang memelihara tanaman hias agar tumbuh dengan cepat.

Baca juga: Coca-Cola Ajak Puluhan Pelajar Jakarta Mengelola Sampah 

Read More
Line IDN Times
ARTIKEL REKOMENDASI