Surabaya, IDN Times - Aloysius Bayu Rendra Wardhana. Pria sederhana ini menjadi pahlawan dalam kejadian teror yang terjadi di gereja Santa Maria Tak Bercela, Minggu (13/5). Dia nekat menghadang seorang pengendara motor yang akan meledakkan gereja. Jika ia tak melakukan hal tersebut, bukan tak mungkin jumlah korban akan lebih banyak.  Bayu pun meninggal dunia dengan kebanggan keluarga.

Ketika tim IDN Times berkunjung ke kediamannya pada Kamis (17/5), suasana duka masih tampak terlihat. Istri Bayu, Monique Dewi (38) terlihat menggendong putri kedua mereka Allyssia (10 bulan). Dengan wajah sembab, ia mencoba tetap tersenyum ketika menyapa tamu. Monique memang belum bisa ditemui media, namun, beberapa kerabat lain menceritakan sosok Bayu semasa hidupnya.

1. Suka bilang "I Love You"

'Bayu Sering Tiba-tiba Peluk dari Belakang Sambil Bilang I Love You'IDN Times/Fitria Madia

Bayu yang juga akrab dipanggil Koko Item oleh rekan kerjanya ini dikenal sebagai sosok yang romantis. Selain ramah kepada semua orang, Bayu juga sering mengungkapkan rasa kasihnya kepada keluarga melalui pelukan dan ucapan kata "I love You". 

"Jadi kalau misalnya saya berdiri gini, tiba-tiba dia meluk saya dari belakang sambil bilang I Love You," ujar Rosalia Siswati, tante Bayu.

Wati, sapaan Rosalia Siswati, mengatakan bahwa Bayu merupakan sosok keponakan yang selalu dirindukannya. Wanita yang berdomisili di Sumbawa Nusa Tenggara Barat ini mengatakan bahwa banyak hal tentang Bayu yang tak bisa dilupakan. "Pernah waktu itu saya mau beli obat, cuma di depan gang. Tapi dia ngotot mau nganter saya dan nungguin saya sampai saya selesai beli obat," tambahnya.

Hal serupa juga diungkapkan oleh Andreana (70), kerabat lainnya. Andreana yang juga tante Bayu mengatakan bahwa ia adalah sosok yang sangat penyayang kepada keluarga.

"Saat itu anak saya sedang masak di dapur. Tiba-tiba bayu masuk terus peluk dari belakang dan cium anak saya. Anak saya marah-marah kaget tapi dia malah ketawa," kenangnya.

2. Sosok yang suka menolong

'Bayu Sering Tiba-tiba Peluk dari Belakang Sambil Bilang I Love You'IDN Times/Fitria Madia

Andreana juga menggambarkan Bayu sebagai sosok yang sangat suka menolong. Hal ini dapat dilihat dari kerelaan Bayu melakukan pelayanan di gereja tanpa mendapatkan bayaran sepeser pun. Bayu telah mengabdikan dirinya sebagai pelayan umat semenjak duduk di bangku sekolah dasar.

"Bayu itu, mau jam 1 atau jam 3 pagi, kalau gereja butuh sesuatu pasti langsung berangkat dia," jelas Andreana. 

Hal ini juga diamini oleh mertua Bayu, Windartini (65). Windartini yang tinggal serumah dengan Bayu ini mengenang Bayu sebagai menantu yang ramah dan suka menolong. "Mulai dari ngangkat sampah sampai galon semua dia yang kerjakan", jelasnya.

3. Keluarga sempat kesulitan menemukan jenazah Bayu

'Bayu Sering Tiba-tiba Peluk dari Belakang Sambil Bilang I Love You'IDN Times/Fitria Madia

Kepergian Bayu yang hingga saat ini jasadnya masih belum dapat diidentifikasi meninggalkan luka yang sangat mendalam bagi pihak keluarga. Terlebih kabar kematiannya tak bisa langsung dikonfirmasi. Sepupu Bayu, Yossiana Magdalena (52) merupakan orang pertama yang mendapat kepastian kematian Bayu ketika ledakan bom terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela.

Yossie menceritakan, ketika mendengar kabar ledakan bom, seluruh keluarga mencari keberadaan Bayu di beberapa rumah sakit di Surabaya, antara lain RSUD Dr Soetomo, RS Bedah, RS Premier, dan RS Siloam. Tapi karena tak kunjung menemukan kepastian, akhirnya Yossie memutuskan untuk menuju ke lokasi ledakan.

"Kami sudah ke banyak rumah sakit dan hasilnya nihil. Logikanya kalau gak di rumah sakit ya di mana? Pasti masih di lokasi", ujarnya.

Baca juga: Wafat Saat Hadang Teroris, Risma Sebut Bayu sebagai Pahlawan

4. Kepastian meninggalnya Bayu didapatkan dari rekaman CCTV

'Bayu Sering Tiba-tiba Peluk dari Belakang Sambil Bilang I Love You'IDN Times/Fitria Madia

Ketika Yossie telah sampai di lokasi, ia sempat dicegah masuk oleh pihak keamanan. Namun dengan tekad menemukan keberadaan sang adik, Yossie memaksa untuk melihat rekaman CCTV yang saat itu masih diproses oleh densus 88.

"Akhirnya saya masuk ke ruangan. Setelah lihat cctv, saya kenal siluet adik saya. Dan saya yakin itu adik saya. Akhirnya saya tahu kondisinya meskipun telah meninggal," ujarnya.

Akhirnya Yossie pulang membawa kabar kepergian Bayu. Sesampainya di rumah, ia tak mengatakan bahwa Bayu telah meninggal. "Saya hanya bilang kepada keluarga bahwa mereka harus mempersiapkan semuanya, semua yang terbaik untuk Bayu," ujarnya. Meski begitu, pihak keluarga hingga kini belum mendapatkan jenazah Bayu. Pihak rumah sakit mengatakan bahwa identifikasi masih dilakukan. "Kemungkinan paling cepat hari Jumat. Kalau sudah akan dimakamkan di Keputih."

 

Baca juga: Keluarga Aloysius Bayu, Korban Bom Surabaya: "Kami Tetap Mengampuni..."