Jakarta, IDN Times - Polres Metro Jakarta Selatan dibantu Polsek Setiabudi mengamankan jalannya aksi driver ojek dan taksi online, yang tergabung dalam Koalisi Kesejahteraan Driver Online (KKDO) Indonesia.

Mereka melakukan aksinya di depan kantor Grab Indonesia, Plaza Lippo Kuningan, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Ratusan driver transportasi online itu menuntut kenaikan tarif dasar sewa taksi daring tersebut.

1. Gagal menemui bos Grab Indonesia

Gagal Temui Bos Grab, Driver Ojek dan Taksi Online Sambangi Kantor GojekIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan pihaknya telah membantu memfasilitasi driver taksi dan ojek online, untuk bertemu dengan penanggung jawab Grab Indonesia.

"Ya kita komunikasikan tetap karena aspirasi mereka harus ditampung juga sama pihak aplikator, apa yang ingin disampaikan kemudian ditampung. Belum ada perwakilan driver bertemu, mereka gak mau kalau gak ketemu sama bosnya langsung," ujar dia.

Sementara, dari pantauan IDN Times di lokasi aksi, para driver taksi dan ojek daring itu meninggalkan kantor Grab Indonesia sekitar pukul 12.30 WIB, dan melanjutkan aksi ke kantor Gojek di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Baca juga: 75 Persen Pengemudi Uber Hijrah ke Grab

2. Driver ingin bertemu aplikator

Gagal Temui Bos Grab, Driver Ojek dan Taksi Online Sambangi Kantor GojekIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Polisi berpangkat melati tiga ini menjelaskan, driver daring ini hanya ingin menemui penanggung jawab Grab Indonesia, untuk menyampaikan 14 tuntutan mereka.

Fokus tuntutan mereka adalah kenaikan tarif dasar angkutan online, menolak aplikator menjadi perusahaan transportasi umum, dan memutus kemitraan secara sepihak oleh aplikator.

"Mereka hanya sampaikan aspirasi saja ingin bertemu dengan pengusaha aplikator Grab, namun pengambilan keputusannya tidak ada, karena sedang ada kegiatan," kata Indra.

3. Sebanyak 500 personel kepolisian mengamankan aksi

Gagal Temui Bos Grab, Driver Ojek dan Taksi Online Sambangi Kantor GojekIDN Times/Fitang Budhi Adhitia

Menurut Indra ada ratusan personel kepolisian yang diturunkan untuk mengamankan aksi ini, yang terdiri dari Kepolisian Anti Huru Hara (PHH) dan Brimob.

"Kekuatan kita tetap 500 (personel) standar seperti itu, PHH maupun kekuatan Brimob tetap kita antisipasi, tapi kita lihat skalanya tidak besar cukup segini saja," kata Indra.

Sementara, jumlah personel pengamanan di kantor Gojek tetap sama saat pengamanan di kantor Grab Indonesia. 

"Jumlah pengamanan sama di sana kurang lebih 100 (personel). Kita hanya mantau aja di sini tapi kita pikir aman dan damai aksinya," Indra menambahkan.

Baca juga: Ratusan Driver Taksi dan Ojek Online Geruduk Kantor Grab dan Gojek